Awal mula kami bingun mau cari siap yang bisa mau kami bantu berjualan, karena sebelumnya kami sudah meginterview seorang bapak-bapak penjual cilok ternyata bapak tersebut tidak mau menerima kami dalam membantu berjualaan.
Kata bapaknya.
"saya sering sakit-sakit takutnya ngerepotin lagi jadi enggak usah saja,cari saja yang lain dekat asrama berimob banyak yang berjualan seperti saya"
Ya mau bagaimana lagi bapaknya sendiri tidak mau kami bantu, walafun sudah kami jelaskan berkali-kali tapi kekeh untuk menolak kami.
Akhirnya kami memutuskan untuk pergi dan membayar cilok tersebut.Saat kami kebingungan untuk mencari siap lagi yang akan kami tuju untuk menyelesaikan tugas kewirausahaan, karena tugas kewirausahaan sebentar lagi dikumpul.
Tiba-tiba ada seorang bapak-bapak mendorong sepedahnya dari arah depan Uin Suska menuju jalan samping Uin Suska tersebut. Dengan sepontan saya bilang ke teman saya.
"Bro itu ada bapak-bapak jualan es krim ayo kita kesana, mana tau bapak itu mau kita bantu jualannya "
Lokasi kami jumpa di jalan KH Ahmmad Dahlan samping Uin Suska sukajadi,Pekanbaru Riau Dan pada akhirnya kami menuju bapak-bapak tersebut,lalu kami gurau-gurau dengan bapaknya,sambil memesan dua buah es krim tersebut,es krim tersebut terbuat dari es di campur dengan nangka.
Kami bertanya ke bapak itu.
" kenapa di campur dengan nangka pak, kenap tidak dengan durian atau mangga?".
"Karena kalau durian harganya mahal satu durian sekitar 45 ribu-50 ribu,bila mengguanakan mangga rasanya kurang enak asam.jadi menggunakn nangka selain cocok rasannya dengan es krimnnya harganya murah sekitar 15 ribu sepelastiknya.
Sambil gurau-gurau saya merasa bahwa bapak ini dari cara dia berbicara ada logat jawanya dan lantas di situ saya tanya saja ke bapaknya,ternyata benar bapaknya orang jawa dan jawanya disolo.
Akhirnya dengan logat bahasa jawa saya dengan bapaknya bercerita panjang lebar tentang bagaimana beliau jualan,dan akhirnya sampai keriau.
Saya lupa saat bercerita tidak menanyakan siapa nama bapak tersebut, ya saya bilangnya sih Pakde.
Nah pade ini bercerita kepada saya awalmulanya dia ikut-ikut orang berkerja ke sumbawa pernah berkerja di kapal,dan pernah berkerja menjadi seorang pembuat bakso.Saat waktu beliau membuat bakso belum ada yang namannya alat seperti sekarang, pembuatannya masih manual karena menggunakan daging kambing yang tekstur daging yang alot sehingga proses pembuatan baksonnya lama.
Pada tahun 77 beliau ke riau karena temannya meninggal ceritanya.Saya di sini kurang informasi kenapa beliau bisa berdagang es krim.Saat saya tanya apa sih kunci sukses sehingga bisa berjualan es krim dari dulu sampai sekarang.
Kata beliau.
"kalau mau usaha harus fokus,walafun apapun usahanya tersebut kalau tidak fokus yang terjadi ya gagal,masalah berjualan kadang bisa untug rugi itu biasa.
saya awal mulanya selama satu tahun pernah mendapatkan 15 ribu bahkan 10 ribu/harinya" sambil tertawa.
Beliau memiliki anak 3 kalau tidak salah anaknya laki-laki dan perempuan yang tua sudah berkeluarga semua dan tinggalnya di jawa, sedangkan yang anak telahir dia seorang Angkatan yang bertugas menjaga perbatasan kurang tau di mananya.
Ada yang membuat saya kaget selain anaknya ada yang menjadi seorang angkatan,ternyat penjualnnya es krim keliling omsetnya besar juga, satu hari saja beliau berjualaan bisa mendapatkan sekitar 500 ribu, sekurang-kurannya sekitar 400 ribu setandarnya, dalam satu harinya.
Beliau juga menjelaskan cuaca tidak terlalu berpengaruh terkadang walafun musin hujan, kalau emang laku habis ya habis kata beliau.Beliau sendiri memerlukan modal dana anggaran 250 ribu rupiah. dan berkerja dari jam sepuluh pagi sampai magrib.
Dari hasil interview ini saya tidak bisa berkata-kata lagi dan tidak berani untuk meremehkan pekerjaan seperti bapak tersebut.yang saya anggap sebelah mata ternyata gajihnya melebihi seorang karyawan indomaret dan alfamart.
